(Catatan) Refleksi Diri

Ada saatnya jiwamu membatin
Bergelut dengan berjebah rasa yang mampu memaksamu menolak tegas segala bentuk nalar positif

Membuatmu terjebak dalam berbagai stigma populer
Merasa hidup ini tak adil
Menjerit karena ingin didengar
Mengumpat akan setiap keegoisan mereka

Tapi..
Apa memang benar begitu?
Apa mereka sungguh egois?
Apa iya hanya kamu yang selalu mendengar?
Apa iya kamu tak pernah didengar?

Mungkin cermin besar itu yang mampu mengungkapnya
Sesekali, tataplah bayangmu di sana
Lihat dia dengan seksama
Perhatikan setiap detailnya, mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki

Kenali dia yang terpantul jelas tepat di hadapanmu
Pahami geraknya, pandangnya, hingga caranya dalam berpikir dan bertindak

Sudahkah kau temui dia?
Sudahkah kau kenali dia?
Sudahkah kau memahami setiap rasanya?
Sudahkah kau mendapatkan jawabannya?

Apa benar dia selalu adil?
Apa benar dia selalu mendengar?
Apa benar dia selalu peduli?
Apa benar sedikitpun dia tidak pernah seperti yang lain?

Refleksi diri..”
Aku rasa itu kuncinya, jalan terbaik untuk mengatasi setiap amarahmu, keluhmu, juga dukamu.
Mari, mulailah merendahkan hati.


Bekasi, 17 September 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Catatan) Sendiri

(Kisah) Pagi Dunia

(Puisi) AKU