Postingan

(Catatan) Hiduplah dengan Terus Mempertanyakan

Bicara kehidupan, mungkin terpintas kata hambatan, atau mungkin kegagalan, kehilangan, pengalaman, kenangan atau kebahagiaan. Jika dapat disimpulkan, kehidupan adalah sebuah perjalanan dan dalam setiap perhentian akan berpapasan dengan berbagai kejadian yang memberikan warna baru setiap harinya, kadang cerah, kadang kelabu, dan tak jarang kelam. Apapun itu, langkah ini harus terus berlanjut untuk menemukan jawaban akan setiap pertanyaan yang muncul secara bergantian selama menjalani sesi kehidupan. Penentuannya ada di diri sendiri, hak prerogatifmu untuk memutuskan. Bisa juga berpura- pura tidak peduli dan melanjutkan saja dengan 'apa adanya', atau berani mengambil langkah berbeda, tak henti mencoba untuk mengungkap jawaban agar dapat terus tumbuh berkembang, bergerak dengan dinamis. Benar, bukan suatu keharusan untuk menjadi berbeda. Tentu sakit rasanya dan untuk apa jika hanya mati pada akhirnya? Ya, memang demikian, namun bukankah hidup yang terus membodohi diri, pura-pura b...

(Kisah) Tanpa Jeda (Bagian IV-Tamat)

Bekasi, 01 Juli  2018 Waktu berlalu cepat, namun bayangmu tetap melekat tak jua jauh tuk terus terlihat, keutuhan yang terlanjur merekat Apalah arti mau atau tidak, diriku tak acuh akan sekat Yang ku tahu, roman wajahmu masih jelas ku ingat Sembilan   tahun sudah perjalanan kisah ini. Tidak terasa, ya?! Bagiku, waktu itu cukup unik. Terkadang dia mengendap-endap seperti pencuri kemudian tak jarang dia terbang bebas melesat jauh di udara. Dia mampu bergerak cepat, perlahan, atau pun berhenti sesuai keinginan hatinya. Yang lebih hebat lagi, tak ada satu pun mahluk di muka bumi ini yang mampu menguasainya. Benar-benar merdeka dan berkuasa melebihi seorang raja, bahkan lebih menakutkan dari dinosaurus terganas yang diceritakan oleh para arkeolog tersohor itu. Siapa yang tidak merasa terancam ketika waktunya mulai menggeram? Banyak jiwa yang takut dan tak luput dari serangannya, begitu pun aku. Aku begitu takut jika kesempatan yang diberikan oleh waktu benar...

(Catatan) Refleksi Diri

Ada saatnya jiwamu membatin Bergelut dengan berjebah rasa yang mampu memaksamu menolak tegas segala bentuk nalar positif Membuatmu terjebak dalam berbagai stigma populer Merasa hidup ini tak adil Menjerit karena ingin didengar Mengumpat akan setiap keegoisan mereka Tapi.. Apa memang benar begitu? Apa mereka sungguh egois? Apa iya hanya kamu yang selalu mendengar? Apa iya kamu tak pernah didengar? Mungkin cermin besar itu yang mampu mengungkapnya Sesekali, tataplah bayangmu di sana Lihat dia dengan seksama Perhatikan setiap detailnya, mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki Kenali dia yang terpantul jelas tepat di hadapanmu Pahami geraknya, pandangnya, hingga caranya dalam berpikir dan bertindak Sudahkah kau temui dia? Sudahkah kau kenali dia? Sudahkah kau memahami setiap rasanya? Sudahkah kau mendapatkan jawabannya? Apa benar dia selalu adil? Apa benar dia selalu mendengar? Apa benar dia selalu peduli? Apa benar sedikitp...