Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

(Puisi) Hanya Engkau

Hanya Engkau Oleh : Sonya Pandiangan Jika suka yang kau ingin, bukan, bukan aku tempatnya Jika bahagia yang kau harap, bukan, bukan aku tempatnya Jika tangis, marah, emosi yang kau cari, iya, akulah tempatnya Jika duka, luka, bahkan dendam yang kau mau, iya, akulah orangnya Bukan, aku bukan yang sempurna Bukan, aku bukan yang indah seperti khayalmu atau mereka Aku manusia, aku punya sisi kejam, busuk, bahkan bejat Aku punya topeng, sering munafik, tak segan menusuk dan mengkhianat Aku, iya akulah orangnya Aku manusia itu, yang gelap, cacat, dan hina Aku manusia itu, yang mengharap dan percaya bukan kepada manusia Aku manusia  itu, yang menolak untuk sekadar bersandar walau sejenak Satu yang pasti, bukan sekedar takhyul atau dongeng semata Jalan tetap dan benar hanya satu, jauh dari munafik, jauh dari kejijikan dunia Tempat berteduh, tempat bersandar, hanya Tuhan, benar sungguh hanya Tuhan Hanya Dia, oleh Dia, karena Dia manusia ada, tercipta, bahkan hidup ...

(Puisi) Tempat Perhentian

Tempat Perhentian Oleh : Sonya A. Pandiangan  Seperti serpih yang tertiup angin Terjatuh di berbagai tempat lalu tertiup lagi Terbawa tak tentu arah Terus tertiup jauh dan semakin jauh Satu tempat lalu tertiup Dua tempat kemudian jenuh Akankah tertiup lagi? Akankah terus mencari? Saat mata tertutup tempat itu ada Dimana? Kapan? Tak ada jawab, sepi Dan lagi menutup mata yakinkan untuk percaya Ya, tempat indah itu sungguh ada Medan, 2015

(Kisah) Tanpa Jeda (Bagian II)

Berbicara tentang pengalaman manis, begitu banyak hal indah yang terjadi dalam kebersamaanku dengannya. Tak banyak memang yang mampu ku ucap namun semua begitu jelas ku rasa. Hubungan kami memang sebatas pertemanan biasa, namun bisa dibilang kami cukup dekat saat itu. Dia adalah sosok pria yang terkesan dingin, karena dia lebih sering diam dan irit dalam berkata. Dia juga memiliki ekspresi yang unik. Dia lebih sering mempertahankan wajah datarnya dalam kondisi apapun. Hal ini bukan berarti dia tidak ramah. Dia sangat ramah, bahkan pribadinya begitu hangat bagi orang-orang di sekitarnya. Dia seorang penyayang, senang memerhatikan, dan peduli terhadap masalah yang dialami orang-orang di sekitarnya. Dia tidak segan untuk membagi-bagikan kasihnya. Bagiku, itulah kelemahannya. Dia terlalu baik. Karena kepribadiannya itu, semakin hari aku semakin mengagumi sosoknya. Terlebih lagi dia memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi. Aku belum pernah bertemu dengan lela...