(Salam Sapa) Tahun Baru, Hari Baru, Petualangan Baru
Heloo..
Selamat tahun baru 2016 sebelumnya saya ucapkan.
Sedikit demi sedikit saya mulai belajar untuk mem-posting lagi.
Rasanya tahun 2015 adalah tahun yang memiliki begitu banyak cerita.
Banyak hal yang terjadi, perubahan yang dialami, dan dampak dari setiap usaha yang sebelumnya dilakukan.
Ya, seperti yang sering orang katakan,
"Tahun baru adalah awal yang baru. "
Tapi bagiku, tahun baru juga menjadi petualangan yang baru.
Setiap orang pasti memiliki cerita yang berkesan dalam setiap momen tahun baru. Mungkin itu kenangan, impian, atau mungkin hal-hal baru yang dialami.
Begitu juga aku. Ada suatu pengalaman yang luar biasa berkesan pada awal tahun baru yang ku lewati.
Pengalaman yang sangat aku syukuri dan tidak akan pernah aku lupakan semumur hidupku.
Sebagai mahasiswa, pastinya nggak asik kalau kuliah cuma sekedar 'kupu-kupu' alias 'kuliah pulang, kuliah pulang.' Banyak organisasi yang berseliweran di kampus tapi belum tentu setiap mahasiswa bisa tertarik untuk jadi bagian di dalamnya.
Aku sendiri bukan tipe orang yang suka terlibat aturan menjelimet yang membatasi diri dan memaksakan patuh pada aturan-aturan yang sampai mati harus dijunjung tinggi. Oh, God.. Aku paling anti, deh!
Aku lebih suka ketemu orang baru, melakukan hal baru, jalan, belajar hal baru, dan bodohnya dulu aku juga suka hang out nggak jelas untuk membunuh waktu.
Aku merasa berbeda dengan teman-teman di satu organisasiku sebelumnya. Aku lebih menjadi pribadi bebas yang kadang suka menyenggol aturan-aturan dan kebiasaan lama yang menurutku aturan itu bisa diubah sesuai kebutuhan. Sayangnya, kita tidak sama. Sampai akhirnya, aku memutuskan cukup sampai di sini. Sesuatu yang dipaksakan itu tidak indah, bukan?!
Hari ke hari, aku semakin merasa sendiri. Jiwaku terlalu haus untuk terus mencari. Aku tumbuh menjadi pribadi yang ingin terus mencari hal baru, ingin mengetahui banyak hal, dan melakukan banyak hal. Aku masih mencari di mana aku, siapa diriku, dan ke mana jalanku.
Hingga akhirnya, aku bertemu mereka.
Sebelumnya kami tidak pernah saling sapa tapi hari itu tidaklah demikian.
Orang itu adalah Za. Dia orang pertama yang bertemu denganku.
Saat itu, aku tengah sibuk mempersiapkan suatu acara di jurusan. Seseorang menepuk pundakku dari belakang.
"Hei, Son." katanya.
"Oh iya, Ta. Kenapa?" tanyaku. Ternyata dia adalah salah seorang teman yang berada di jurusan yang sama denganku.
"Nih, ada yang cariin!" katanya sambil menyodorkan seseorang yang berdiri di belakangnya. Setelah itu, dia pamit dan langsung pergi meninggalkan kami berdua begitu saja.
"Halo, Sonya. Kenalin, aku Za." katanya sambil mengulurkan tangan.
"Oh, iya aku Sonya. Salam kenal." sahutku sambil menjabat tangannya.
"Kita sebelumnya pernah kan satu kelas di mata kuliah yang sama? Mata kuliah PKN. Inget, nggak?" tanyanya mengingatkan.
"Oh.. Iya, pernah. Ada apa ya, Za?" tanyaku langsung. Ya, benar. Aku memang terlalu lemah dalam hal basa-basi.
"Emm... Jadi, begini. Aku ada buat satu komunitas. Nah, aku rencana mau ikut lomba Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional di Jakarta. Udah ada juga beberapa teman-teman yang bergabung. Kami ada delapan orang dari berbagai jurusan tapi dari jurusan Sastra Indonesia belum ada. Nah, aku ada tanya beberapa temen terus aku dikenalin sama Sonya. Rencananya sih kami mau ajak kamu untuk gabung sama kami." jelasnya panjang lebar.
Saat itu, aku masih bingung. Kami memang sudah sering bertemu di kampus tapi itu pertama kalinya kami berdua berbicara. Dia masih sedikit asing. Aku masih ragu dan banyak pertimbangan.
Aku membatin, "Bagaimana mungkin sih? Kok dia langsung aja ya mengajak aku? Siapa saja mereka juga aku belum tau.." Aku sedikit merasa heran. Aku sendiri belum pernah membuat karya musikalisasi puisi. Jadi, kenapa aku?! Tapi.. Dari hatiku, aku merasa tertantang. Aku merasa ini tantangan baru dan ini menarik.
"Emm... gitu, ya. Dari jurusan mana aja? Kapan lombanya?" tanyaku tenang.
"Ada jurusan Sastra Arab, Etnomusikologi, sama jurusan Teknik Informatika. Kita lombanya bulan Juli, Sonya. Kalau kamu tertarik, kita bisa langsung gabung." jawabnya.
Aku terdiam beberapa saat untuk berpikir.
"Emm...Oke. Aku tertarik, sih, tapi untuk saat ini, aku masih belum bisa. Ada kegiatan yang lagi aku kerjain di sini. Setelah ini, baru aku bisa. Bagaimana?" tanyaku.
"Hm..Kegiatannya sampai tanggal berapa Sonya?" tanyanya.
"Sampai awal Februari, tanggal 3 Februari." sahutku.
"Oh, oke. Nggak masalah. Selesai kegiatannya aja, baru ikut bareng sama kami!" katanya.
"Oke, kalau begitu." kataku.
"Oh, iya. Kalau sekarang kamu ada waktu, kita ketemu langsung sama yang lain. Kebetulan mereka juga lagi kumpul di kantin." ajaknya.
"What? Sekarang? Bener-bener express nih orang!" batinku.
Aku pun menggangguk setuju lalu berjalan bersamanya untuk bertemu dengan yang lain.
Ini adalah pertama kalinya aku memberanikan diri untuk ke luar dari zonaku. Aku berjalan sendiri dan belajar lebih mandiri.
"Mungkinkah aku bisa nanti?"... Saat itu, batinku terus bertanya-tanya.
Sampai di sana, sudah ada lima orang yang sedang berkumpul. Mereka langsung menyambutku. Kami saling berkenalan satu sama lain.
Ternyata kami juga pernah satu kelas di mata kuliah yang sama tapi wajah mereka asing bagiku. Aku masih sangat canggung tetapi aku merasa sesuatu yang baru. Mereka tidak jauh. Mereka ramah dan terlihat bersahabat. Aku merasa akan ada hal baru yang akan ku lewati bersama mereka nantinya.
Itu adalah pertama kalinya aku berani ke luar dari duniaku yang aman, melangkah maju memasuki dunia yang baru dengan orang-orang baru, dan juga dengan petualangan yang baru.
Tidak ku sangka sebelumnya, hari itu menjadi hari lahirnya cerita baru dalam hidupku dan itu semua dimulai pada tahun yang baru, tahun 2013.
Tidak ku sangka sebelumnya, hari itu menjadi hari lahirnya cerita baru dalam hidupku dan itu semua dimulai pada tahun yang baru, tahun 2013.
Komentar
Posting Komentar